Skip navigation

mood of the post: angry, confused, complicated, fear

Tak ada kata damai dalam kamus mereka! Korban terus berjatuhan sepanjang tahun. Sesungguhnya perang tersebut telah ada hampir sejak awal keberadaan generasi mereka sendiri, hanya saja pada fase permulaan mereka tidak bertindak sebrutal yang dapat kita lihat sekarang ini.

Sebenarnya, perang apa yang saya maksudkan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita melihat secara jelas apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan (TERUTAMA SEKALI AGAR ANDA SEMUA TIDAK MENUDUH SAYA SEBAGAI TOKOH PROVOKATOR)

..
..
..

Siap untuk menerima kenyataan?

..
..
..

Inilah dia;

1. Keinginan Untuk Mendapatkan Pengikut Sebanyak-banyaknya

Ya, tentu saja itu yang terutama. Mereka sangat berambisi untuk itu. Dengan semakin banyaknya jemaat yang berhasil diseret, berarti mereka dapat berkacak pinggang sambil memandang musuh-musuhnya. Bagi mereka, pengikut adalah segalanya, layaknya darah yang membuat manusia bertahan hidup. Mereka akan melakukan apa saja untuk itu, baik dengan menggunakan cara-cara halus maupun secara paksa memakai taktik curang, kotor, atau bahkan melalui jalan pintas (apa karena jalan pintas dianggap pantas, eh?)

2. Kita Harus Menang, Mereka Harus Kalah, Kita Tidak Boleh Kalah, Mereka Tidak Boleh Menang

Hah? Kok seribet itu? Ya sederhana saja, itulah inti pemikiran yang ada pada masing-masing pihak yang bertikai, yaitu bagaimana supaya memperoleh kemenangan sesering mungkin atau dengan kata lain bagaimana mendominasi keadaan atau dengan kata yang lain lagi bagaimana supaya selalu nomor satu. Bagaimanapun, metode perang seperti ini kebanyakan berlaku bagi yang memiliki pola pikir optimis di mana terdapat gagasan “pemenang adalah mereka yang berpikir bisa menang”

3. Mencari Pengalaman Bersaing

Ini biasanya berlaku bagi yang baru terjun ke area pertempuran, yang mana mereka belum mendapat pengalaman apapun. Pada fase ini keinginan untuk menang belum cukup kuat karena masih berusaha untuk memahami bagaimana sebenarnya aturan-aturan perang yang berlaku serta bagaimana cara setiap kubu menerapkan aturan main tersebut dalam persaingan. Kalaupun bisa bermain dengan baik, biasanya dikarenakan kemujuran dan tentu saja mereka menyadarinya. Tahap ini juga merupakan masa di mana mereka mempelajari kebiasaan – kebiasaan lawannya untuk nantinya dijadikan strategi yang bisa dimanfaatkan.

4. Karena Diserang Duluan

Alasan ini dimiliki oleh kubu yang berkarakter ‘explosive’. Rivalnya tinggal menyulut kemarahan dan itu akan membuatnya panas sehingga berpikir keras untuk membalas apa yang diperbuat lawannya tersebut. Apa yang bisa kita perhatikan? Oh, tentu saja seiring bertambahnya waktu, mereka akan terjebak dalam lingkaran-balas-membalas-yang-tak-habis-habisnya.

..
..
..

Itulah beberapa sebab utama yang mendasari peperangan tersebut. Sebenarnya masih banyak yang lain, tapi sepertinya yang saya sebutkan itu sudah cukup mewakili. Mereka membuat pelanggan kebingungan dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Bahkan pakar matematika sekalipun akan mengerutkan kening jika mencoba menghitung pemangkasan tarif yang terkesan bertele-tele tersebut. Tak heran para konsumen sering berpindah – pindah dari satu kubu ke kubu lainnya. Apalagi dengan semakin banyaknya karakter lain yang bermunculan, akan semakin menguntungkan pengguna.

Terkadang, saya merasa jenuh sendiri melihat hal-hal semacam itu. Apa ini semua hanya sekedar omong kosong belaka? Perlu diketahui bahwa sepertinya ini semua tidak akan selesai dengan mudah dalam waktu dekat, akan terus menjadi cerita bersambung, seperti komikstrip. Kita tidak sedang membicarakan sifat baik atau sifat buruk manusia , karena kalau mau diteruskan ke situ, maka cakupannya akan terlampau luas. Sedangkan beberapa yang sudah disebutkan tadi saja sudah cukup membuat pusing.



* mengamati situasi pertempuran *

* menengadah ke langit *

“ah, kenapa ini semua harus terjadi…”

Dan, semoga saya masih waras.

Advertisements

20 Comments

  1. PERTAMAX!

    2. Kita Harus Menang, Mereka Harus Kalah, Kita Tidak Boleh Kalah, Mereka Tidak Boleh Menang

    Hukum tak tertulis sebuah diskusi: Ndak ada yang menang dan kalah. πŸ˜›
    Kesimpulan: Ini sama sekali bukan diskusi/dialog.

    4. Karena Diserang Duluan

    Ini lingkaran setan. Sudah saya sindir habis-habisan di entry “mereka yang mulai duluan…”, malah dituduh membicarakan agama oleh banyak pembaca. πŸ˜†
    *lirik post terbaru di Mihael DB*

  2. KEDUAX!

  3. Perang itu sah-sah aja asal caranya sportif

  4. lam kenal yaks..
    skalian hetrricks :mrgreen:

  5. CLIMAX!

    perang ya gak jauh dari yang namanya ambisi dan pemikiran sempit..

    berebut pengikut hanya agar dapat dukungan..

    kita harus menang, mereka harus kalah..sebuah anggapan yang benar | kenyataan perang | kelicikan | sportif dong..

  6. Perang? Perang secara harafiah kah? πŸ˜•
    Kalau dari apa yang saya tangkap, maka…
    Nomor 1, memang kuantitas masuk sebagai salah satu faktor untuk memenangkan sebuah pertempuran. Kalau kemampuan dan manuver militernya (kualitas) seimbang, maka yang berperan adalah kuantitas. :mrgreen:
    Nomor 2, itulah tujuan pertempuran/peperangan. πŸ˜› Sebagai instrumen politik; setelah mencapai kemenangan maka untuk melangkahkan lebih jauh akan mudah.
    Nomor 3, kayaknya ini terjadi pas abad ke-19 dulu… sewaktu tentara Napoleon dan kebanyakan pasukan Prusia + Jerman terbentuk oleh konskripsi yang membutuhkan pengalaman. Karena mereka hanya loyal pada pemimpin, bukan negara — konskripsi sih. πŸ˜›

    Yang nomor 4, entahlah. πŸ˜› Ini salah satu dalihnya Amerika Serikat nyerang Irak sih, “Mereka punya senjata berbahaya!” :mrgreen:

    Maaf kalau salah tafsir. πŸ˜›

  7. perang emang ga asik kalo ga pake parang.
    gue pernah denger dialog kaek gini:

    A: What do you want?

    B: [melihat kacang polong] I want peas.

    A: Yes, everybody wanted peace. Peace troughout the world. Now, lad, what is the best tool to obtain peace?

    B: Peas? With a knife, of course.

    A: That’s right!! Peace can be gained with a knife! With violences and gores, peace is possible!

    intinya: perang ya emang perang. perang terjadi karena miscommunication (“peace” dengan “peas”)

  8. Meskipun saya benci sama yang namanya perang, kalau di mata saya, disadari atau tidak, kita takkan pernah lepas dari yang namanya perang, terutama perang melawan diri sendiri. 😐

    OOT: Tolong link ke blog saya diganti jadi records.claieth.net . Terima kasih.

  9. Kita harus bisa menghindari perang tapi tetap harus siap untuk berperang.

    Mungkin perang dikatakan adalah sebuah cara dari orang2 yang berpikiran sempit. Namun ini adalah satu-satunya cara bila orang2 yang berpikiran luas sudah tak lagi mampu menggunakan keluasan berpikirnya untuk menyelesaikan masalah.

    Kalo gak ada perang gak akan deh ada game Warcraft…… :mrgreen: *oot

  10. Kayaknya lagi ngebahas perang tarif ya? sorry kalau salah… entar ane baca ulang deh, biar lebih ngerti. Maklum, blogger baru…

  11. Menang kalah merupakan paradigma zero sum game. Padahal dunia ini tanpa batas… kita bisa sama-sama memperbesar kue kita dan sama-sama menang….

  12. jika orang sudah merasa tidak merdeka dan kebebasannya terganggu, hanya ada satu kata yaitu memberontak. Please checkout my blog and give your comment: http://ayaelectro.wordpress.com/

  13. ya kayak jargon KONI waktu jaman Wismojo. “…kita harus menang, kita harus menang…” :mrgreen:

  14. nice blog dude .. keep rockin πŸ˜‰

  15. @ Goenawan Lee :

    Yap, saya memang tidak sedang mempersoalkan tentang diskusi πŸ˜†

    Wajar saja kalau ada yang menyangka entry itu menyoal agama, soalnya masalah yang diungkap dalam contoh konfliknya menyinggung agama juga.

    @ maxbreaker [1] :

    πŸ˜€

    @ maxbreaker [2] :

    Memang, namun tak semua partisipan bisa melakukannya πŸ™‚

    @ maxbreaker [3] :

    lam kenal juga..
    saya sudah berkunjung juga ke sana :mrgreen:

    @ neorhazes :

    ya, memang kompleks dan susah dikendalikan. Kalau sudah berpikiran sempit, akan begitulah jadinya 😐

    @ Xaliber von Reginhild :

    Kalau ini perang secara harafiah, maka gagasan-gagasan itu patut diacungi jempol. πŸ˜€

    @ scarion :

    nggak hanya parang. Samurai dan alat-alat berat lainnya pun memiliki peranan yang sangat penting juga :mrgreen:

    miscommunication memang dapat memicu perang, tapi pembahasan kali ini tidak begitu terkait dengan hal itu. πŸ™‚

    @ Cynanthia :

    Tentu, dan itu sangat berpengaruh. Bahkan sebagian berpendapat bahwa musuh terbesar manusia adalah diri sendiri.

    Udah diapdet linknya. πŸ™‚

    @ purmana :

    tambahan lagi; harus siap menerima segala hasil yang akan terjadi, entah itu menang atau kalah.

    Kalau pada saat terdesak, apa boleh buat?

    Game Warcraft adalah sisi positif suatu perang? :mrgreen:

    @ Cabe Rawit :

    Tepat sekali.
    Terimakasih sudah membaca. πŸ˜€

    @ progoharbowo :

    Boleh juga.
    Dunia memang tanpa batas, tapi pemikiran manusia terbatas. Hanya sebagian yang mampu berpikiran terbuka. πŸ™‚

    @ ayaelectro :

    memang tergantung kesabaran juga sih. Ada juga orang yang sudah merdeka tapi tetap ingin bertindak semena-mena. πŸ™„

    @ sitijenang :

    jangan deh. :mrgreen:

    @ supernando :

    thanks. Rockin’ with own styles. πŸ˜‰

  16. perang tarif ❓
    gw kira perang betulan :mrgreen:
    bro pic comentersnya besarin dunk 😈
    * πŸ˜‰ *

  17. @ erickningrat: Yap, perang tarif. Syarat dan ketentuan yang terkadang berbelit-belit. Soal itu kapan-kapan aja. πŸ™‚

  18. lhoo, perang tarif operator seluler-kah yang dimaksud?

  19. @ maharddhika: yup, betul sekali. πŸ˜›

  20. salam keal,,, tetaplah menulis,,,

    mampir ke blog gua dong….


One Trackback/Pingback

  1. By Segala Cara untuk Populer « yang enak aja on 25 Jan 2008 at 7:01 pm

    […] sekarang, banyak orang pengen tenar. Repot. Gue gak mau perang bermula hanya karena sebuah post di ruanghakim. […]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: